Pemimpin yang Baik adalah Pemimpin yang Mampu Menciptakan “Harmoni”



Jakarta, 7 September 2020 – Pemimpin yang baik merupakan pemimpin yang mampu mengindahkan indikator seperti Human Capital Index, Ease of Doing Business, dan Indeks Persepsi Korupsi. Indikator terbut memiliki pengaruh untuk masa depan yang baik dan penuh dengan peluang bagi generasi muda dan anak-cucu di masa mendatang.


Hal ini merupakan topik utama dalam webinar Lead the Fest: “Visi Pemimpin Indonesia Tahun 2024” yang diadakan oleh pemimpin.id, 16 Agustus 2020, berkolaborasi dengan Rumah Mentor Indonesia (RUMI). Erry Riyana Hardjapamekas selaku Steering Committee Rumah Mentor Indonesia (RUMI) menjadi narasumber, bersama dengan Sandiaga Salahuddin Uno selaku perwakilan pengusaha serta politisi, dan Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat.


Pada webinar tersebut, Erry Riyana menyampaikan data terkait dengan indikator-indikator yang dibutuhkan dalam kepemimpinan. Ketiga indikator yang disebutkan di awal adalah Human Capital Index (HCI) yang digunakan untuk mengukur investasi sebuah negara bagi modal pembangunan manusia di dalamnya; Ease of Doing Business (EODB) yakni mengukur berapa hari dalam memperoleh ijin dalam memulai usaha; dan Corruption Perception Index (Indeks Persepsi Korupsi/IPK) yang digunakan untuk mengukur persepsi pemangku kepentingan mengenai kondisi korupsi suatu negara.


Berdasarkan data World Economic forum, indikator HCI Indonesia menduduki peringkat 65 dari 130 negara dan sedangkan World Bank mencatat Indonesia pada peringkat 87 dari 157 negara. Selain itu, indikator EODB Indonesia mengalami kenaikan dari peringkat 106 pada tahun 2016 menjadi peringkat 91 pada tahun 2017 dan menjadi peringkat 72 pada tahun 2018. Terakhir, indikator IPK Indonesia pada tahun 2019 meningkat dari 38 hingga mencapai nilai 40. Semakin tinggi nilai indikator IPK, maka iklim usaha meningkat, kesenjangan dikurangi, dan banyak manfaat lain bagi masyarakat.


Erry Riyana mengatakan, “Karakter seorang pemimpin besar, mampu meningkatkan kesejahteraan mereka yang dipimpinnya dari segi kesehatan, pendidikan pendapatan dan harapan hidup”. Pemimpin besar juga harus mampu menggalang dana yang hanya akan datang melalui investasi dan bisnis yang meningkat. Selain dukungan secara materi, dukungan pada sektor IPK, sumber daya manusia (HCI), dan Iklim bisnis (EODB) akan meningkatkan mental, semangat, pola pikir, dan karakter, serta budaya yang sehat mencapai “harmoni”.


“Harmoni” adalah kata kunci dalam memimpin yang mirip dengan kerja “konduktor” simfoni, menghasilkan “harmoni”. Partitur atau komposisi tertulis bisa diibaratkan program dan rencana yang jelas, misalnya dengan menurunkan HCI, EODB dan IPK menjadi program. Kemudian dengan disiplin, keahlian di bidang masing-masing, serta saling mendukung, setiap pemain mengikuti partitur di bawah komando konduktor untuk menghasilkan “harmoni” dalam bentuk musik yang indah. “Konduktor” yang kuat, karismatik dan berwibawa, didukung oleh pemain musik dan penyanyi yang mahir dalam bidang masing-masing maka “harmoni” hadir dengan indah. Pemimpin yang baik, kemahiran masyarahat yang terus meningkat, pedoman dan tujuan yang sama dan dilandasi oleh kebersamaan, itulah visi pemimpin Indonesia tahun 2024.

31 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua