Keunikan Membangun Pemimpin yang Baik



Jakarta, 31 Agustus 2020 – Apa definisi pemimpin yang baik? Pemimipin yang baik merupakan pemimpin yang dibangun, di-training, dan dilatih pada empat tataran hidup manusia secara lengkap. Mereka tidak hanya dilatih pada tataran fisik dan tataran akal seperti belajar olah raga maupun matematika di sekolah, tetapi juga harus dilatih pada tataran hati dan jiwa.


Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara dan selaku Steering Committee Rumah Mentor Indonesia (RUMI), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, untuk mendapatkan pemimpin yang baik itu tidak mudah. “Harus pandai dalam memilih orang yang tepat untuk menjadi pemimpin yang baik. Usaha yang dibutuhkan untuk mendapatkan pimpinan-pimpinan yang baik, dengan melatih kepemimpinan dan membangun seorang pemimpin memerlukan cara yang agak unik,” tegas Budi.


Hal tersebut disampaikan oleh Budi dalam webinar Lead the Fest yang diadakan oleh pemimpin.id, 15 Agustus 2020. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi pemimpin.id dengan Rumah Mentor Indonesia (RUMI) dengan topik “Kualitas Pemimpin di BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Indonesia”. Selain Budi, kegiatan ini dihadiri oleh dua narasumber lainnya, yaitu Kaspar Situmorang selaku Executive Vice President BRI (Bank Rakyat Indonesia) dan Fajrin Rasyid selaku Direktur Digital Business Telkom Indonesia.


Budi menjelaskan, pemimpin harus bisa melihat mana yang indah dan yang tidak, mana yang jalannya harus begini atau begitu. Pemimpin yang baik harus memiliki tujuan hidup dan harus tahu apakah yang dikerjakan sesuai dengan tujuannya atau tidak. Menurut Budi, mendidik pemimpin di empat tataran bukan hal yang mudah. Pendidikan kepemimpinan pada tataran hati dan jiwa, tidak dapat dilakukan di dalam webinar maupun kelas kepemimpinan yang diadakan oleh Stanford University.


Pendidikan kepemimpinan pada tataran hati dan jiwa, harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari seperti bekerja maupun kehidupan di rumah tangga. Pendidikan kepemimpinan pada tataran hati dan jiwa, juga tidak dapat dilakukan oleh seorang guru atau profesor. Pendidikan tersebut harus dilakukan oleh pemimpin yang memang memiliki kualitas hati dan jiwa yang baik.


Budi mengibaratkan pendidikan kepemimpinan seperti melatih anak bermain sepeda: orang tua tidak mungkin mengajarkan anaknya, jika mereka sendiri tidak dapat bermain sepeda. Kepemimpinan pada tataran hati dan jiwa membutuhkan teladan mentorship dan kesempatan untuk bertemu seorang pemimpin yang baik dan berkualitas. Dengan bertemu pemimpin yang baik dan berkualitas, pemimpin muda secara langsung mendapatkan pelatihan kepemimpinan pada tataran hati dan jiwa dengan baik.


Rapor atau nilai dari pendidikan kepemimpinan, bukan dilihat dari angka seperti ijasah dengan IPK 4. Pendidikan kepemimpinan yang baik dan berhasil pada tataran kehidupan dapat dilihat dari kualitas alumninya. Dengan memberikan kesempatan kepada pemimpin muda untuk menjadi adik mentor dari kakak-kakaknya yang sudah terbukti memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik.


Rumah Mentor Indonesia (RUMI) membantu memberikan kesempatan bagi pemimpin muda untuk berbagi ilmu dan pengalaman bersama para mentor lintas bidang seperti Erry Riyana Hardjapamekas, Kuntoro Mangkusubroto dan Bapak Budi Gunadi Sadikin. Dalam pendidikan kepemimpinan, mentorship atau keteladanan adalah cara yang tepat untuk mentransfer kebijaksanaan dan mendidik pemimpin muda. Pemuda Indonesia matang dalam memimpin akan semakin mengakselerasi Indonesia menjadi negara yang maju.

45 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua